Contoh Copywriting Property yang Membuat Konsumen Gatal untuk Membeli

25 1

Tak peduli apakah saat ini kamu tengah mencoba menulis copywriting real estate, apartemen, atau sekedar ingin menjual rumah pribadi, maka ada beberapa trik yang bisa kamu praktekan.

Contoh copywriting property ini sebagian besar berfokus bagaimana cara kita menggaet pelanggan pada segmentasi tertentu.

Maklum, menjual property itu nampak seperti jinak-jinak merpati, bahkan bisa berlangsung hingga beberapa kali follow up untuk dapat menghasilkan closing dan penjualan.

Untuk membantu kamu yang kesulitan dalam membuat copywriting property, mungkin kelima tips di bawah ini dapat membantu.

Hindari Kata Manis Berlebihan

Berbeda dengan produk lainnya, property malah harus berhati-hati dalam melakukan kata-kata manis secara berlebihan seperti cantik, mewah, menawan, dan lain sebagainya.

Menurut sebuah penelitian sendiri bahkan menyebutkan bahwa kata-kata manis tersebut malah akan merusak konversi.

Ini karena property sendiri sudah menjadi barang mewah, sehingga kita tak perlu menekankan lagi mengenai pengulangan kata semacam itu.

Tetap Pada Demografik

Kita pun harus senantiasa menyesuaikan isi tulisan kita dengan demografik atau kelas konsumen yang tengah kita sasar.

Misalnya sebuah properti yang berisikan satu atau dua kamar tidur mungkin akan cocok jika ditawarkan kepada pasangan muda yang baru saja menikah dengan karir yang stabil.

Jika properti yang tengah dipasarkan memiliki banyak fitur seperti ruang keluarga yang luas, taman bermain, halaman parkir, dan sebagainya, maka bisa disasar pada konsumen dengan anggota keluarga yang lebih banyak. Disinilah peran kata-kata copywriting dibutuhkan.

Sorot Fitur Rumah Terbaik

Karena kita tak boleh menggunakan kata-kata manis terlalu banyak, maka sebagai gantinya kita soroti saja fitur terbaik yang dimilki oleh properti tersebut.

Peran copywriting adalah memberikan informasi, mendidik, dan menghasilkan konversi. Menurut susunannya, maka kita harus menyuguhkan informasi menarik terlebih dahulu sebelum akhirnya berhasil menghasilkan penjualan.

Gunakan Angka Sebagai Penarik Perhatian

Misalnya, properti kita tersebut dekat dengan beberapa tempat wisata, maka bisa menambahkan kata seperti “1 KM dari taman impian Ancol”, “3 menit dari mall Ekalos dengan berjalan kaki”, dan sebagainya.