Kim Il Sung Pendiri Korut, Ternyata Ada Campur Tangan Uni Soviet

25

Korea Utara selalu menjadi sorotan dunia sebagai contoh terparah dari sistem pemerintahan diktator dan komunis. Sebagai pendiri negara Korea Utara, Kim Il Sung mampu mendirikan sebuah dinasti super kaya, tepat di atas penderitaan rakyatnya hingga sampai saat ini.

Kim Il Sung memiliki 6 orang anak yang salah satunya berhasil menjadi penerusnya dan mempertahankan sistem pemerintahannya yang bikin banyak orang bergidik dibuatnya.

Kim Il-Sung sendiri merupakan otak dibalik ide politik Juche, yaitu sebuah gambaran untuk konotasi berupa ‘kemandirian’, ‘otonomi’, dan ‘kemerdekaan’.

Warga Korea Selatan juga sering menggunakan kata tersebut, namun dengan ideologi yang jauh berbeda dengan Korea Utara. Alhasil, kedua negara tersebut memiliki jurang yang teramat lebar entah dari segi politik, ekonomi, dan sisi kehidupan masyarakatnya secara keseluruhan.

Sebenarnya, pendirian negara Korea Utara sendiri terdapat campur tangan dari Uni Soviet. Tepat pada tahun 1945 setelah Uni Soviet menyatakan perang terhadap Jepang, Amerika Serikat melakukan pengeboman di dua wilayah Jepang, yakni Hiroshima dan Nagasaki.

Pengeboman tersebut mampu melemahkan kekaisaran Jepang, yang disusul dengan Tentara Merah Soviet beramai-ramai memasukai area Jepang-Korea dan berhasil merebut Pyongyang dengan sedikit usaha saja.

Pada saat itulah, mereka menjadikan Kim Il-Sung sebagai pemimpin Partai Komunis Korea cabang Korut dan memasoknya dengan mainan berupa tank, truk, senjata, hingga artileri Soviet modern bagi Tentara Rakyat Korea yang baru dibangun.

Republik Demokratik Rakyat Korea kemudian dideklarasikan secara sah pada tanggal 8 September 1948. Meskipun ada perlawanan dari PBB, akan tetapi itu tidak dianggap sebagai ancaman terbesar bagi mereka.

Di saat yang bersamaan pula, Soviet yang kala itu bernama dipimpin oleh Joseph Stalin mengangkat Kim sebagai pemimpin baru di sana.

Meskipun bagian selatan Semenanjung Korea mampu mendeklarasikan dirinya sebagai Republik Korea sebagai pembalasan, namun masyarakat bagian Utara tak bisa terlepas dari takdirnya yang begitu malang.

Berselang satu tahun kemudian, Patung Kim muncul di Korea Utara, tepatnya pada awal tahun 1949 dan mulai menghiasa di beberapa wilayah negara Korut.